Review Film : Avatar

James Cameron, sutradara Hollywood kondang, lagi-lagi membuktikan sentuhan emasnya. Film terbaru besutannya yang ber-genre fiksi ilmiah, Avatar, sampai artikel ini dipublikasikan total sudah meraup laba sekitar US$ 235.000.000,- (dua ratus tiga puluh lima juta yu-es dollar). Angka yang spektakuler ini diraih hanya dalam tempo kurang dari 5 hari sejak rilis perdananya di seluruh dunia. Heboh? Tentu saja. Mari kita lihat lebih jauh kekuatan apa yang diandalkan film ini untuk membuat jutaan manusia di seluruh dunia berbondong-bondong antri di loket theater.

Film Avatar mengambil setting masa depan, tepatnya di tahun 2154 di sebuah planet seukuran bumi yang bernama Pandora. Manusia bumi "menjajah" planet ini untuk menambang sumber daya alam mineral yang sangat mahal, disebut Unobtanium. Planet Pandora sendiri merupakan planet purba yang juga memiliki kehidupan seperti layaknya di bumi. Cuma ya...karena masih purba, jadi pohon-pohon di planet ini  gede-gede dan binatang-binatangnya pun juga raksasa. Bayangkan saja keadaan bumi ketika masih dihuni dinosaurus dengan hutan yang sangat lebat yang berisi tumbuhan-tumbuhan aneh dan hewan-hewan buas.

Namun demikian, planet ini juga dihuni mahluk cerdas seperti manusia yang disebut Na'vi. Mereka hidup alami layaknya manusia zaman dulu yang belum tersentuh peradaban, kerjaannya berburu (masih pake panah dan pisau) dan setengah telanjang. Kalau mau cari pembanding, kira-kira gaya hidup Na'vi mirip-mirip orang Indian di Amerika sebelum Chris Colombus mendarat, hanya saja tinggi badan Na'vi hampir 3 meter dengan postur seperti manusia (punya kaki 2, tangan 2, mata 2, punya mulut, punya hidung dll) dengan rambut yang panjang, memiliki ekor, berkulit biru dan menyembah dewa yang disebut Eywa. Pokoknya alien banget deh. Hanya saja di film ini, yang jadi aliennya adalah manusia karena settingnya kan numpang planet orang.

Lalu Avatar sendiri itu apa? Avatar adalah sebutan untuk Na'vi hibrida tanpa nyawa yang dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan manusia dengan menggabungkan DNA Na'vi original dengan DNA manusia. Nah, karena tak bernyawa, Avatar harus "dikendalikan" oleh manusia dengan perantaraan sebuah alat canggih seperti ini :

Cara pakenya gimana? Ya kita tinggal masuk di alat itu, tidur telentang, tekan tombol...udah gitu aja. Tiba-tiba kita sudah berada di dalam tubuh Avatar alias Na'vi hibrida. Avatar ini awalnya dibuat supaya manusia mudah gaul sama Na'vi asli dan supaya para ilmuwan agak lebih leluasa meneliti planet Pandora  karena makhluk di planet ini tidak menghirup oksigen seperti kita, jadi kita pake tubuh Avatar.

Ok, cukup perkenalan mengenai settingnya, sekarang kita bahas jalan ceritanya...

Film Avatar sendiri mengisahkan tentang seorang marinir cacat bernama Jake Sully yang baru mendapat tugas sebagai pengendali Avatar. Dasar apes, di hari pertamanya berdinas sebagai alien, mas Jake ini langsung ketinggalan di hutan. Salah sendiri, soalnya dia gangguin badak dan macan Pandora (yang 3 kali lipat lebih besar dari badak dan macan bumi). Dari sinilah petualangan dimulai.

Terlanjur basah, mandi sekalian. Jake Sully yang mulai diterima di salah satu desa suku Na'vi, akhirnya ditugaskan untuk masuk lebih dalam lagi guna mempelajari cara hidup mereka, terutama untuk mendapatkan informasi-informasi penting seputar tempat-tempat yang banyak menyimpan kandungan Unobtanium. Tapi lama-lama Jake Sully malah menaruh simpati terhadap makhluk Na'vi ini dan enjoy banget jadi Na'vi, karena sebagai Na'vi dia tidak cacat. Bukan hanya itu, Jake juga mulai terlibat cinta antar spesies dan kesengsem sama cewek Na'vi lokal bernama Neytiri, anak pak Kades.



Klimaks dari film ini adalah pertempuran dahsyat yang terjadi antara manusia dengan senjata-senjata dan kendaraan perang canggihnya melawan seluruh ksatria Na'vi (yang dipimpin Jake Sully) dengan menunggang kuda Pandora atau terbang dengan burung purba yang disebut Banshee. Lho, kok Jake yang notabene warga negara asing, bisa seenak udelnya memimpin seluruh pasukan Na'vi satu planet? Itu karena Jake  (sebagai Na'vi) akhirnya mampu menjinakkan seekor burung purba raksasa bernama Toruk, yang mana disebutkan bahwa hanya pernah ada  5 orang (Na'vi) yang pernah menaklukkan burung jenis tersebut dan kesemuanya adalah ksatria dan pemimpin besar. Ini membuat seluruh Na'vi percaya pada Jake dan secara resmi mengangkat dia menjadi pemimpin mereka.



Adegan pada gambar di atas mengingatkan kita pada film Robin Hood: Prince of Thieves yang dibintangi Kevin Costner. Ya, tentu saja film ini juga dibumbui dengan kisah romantis yang di dalamnya ada konflik kecemburuan khas Hollywood. Saya memang terpukau melihat dahsyatnya efek visual yang ditampilkan film ini. Benar-benar keren dan indah sekali. Tapi saya juga sempat (sedikit) ketawa geli melihat adegan-adegan yang menurut saya aneh. Salah satunya adalah pada saat Neytiri memeluk Jake (yang sedang dalam wujud manusia) di pangkuannya ketika Jake hampir saja mati karena tidak menghirup oksigen setelah bertarung hebat melawan Kolonelnya. Aneh, lucu dan geli melihat bagaimana dua makhluk yang berbeda spesies saling memandang penuh cinta.

Film Avatar mendapat sambutan luar biasa dari para kritikus film, terutama menyangkut visual efeknya yang memang keren abis. Coba simak komentar para jurnalis dan pengamat film di bawah ini:

Wendy Ide dari The Times : "Avatar" emang gile bo'! Efek 3D nya itu lho...keren banget!

Chris Hewitt dari Empire : Setelah 12 tahun Titanic berlalu, sang raja telah kembali!

Mike Goodridge dari Screen International : Edan! Film ini membawa sinematografi ke level yang lebih tinggi!

Dan masih banyak lagi pendapat para kritikus yang lain.

Blog Paling Keren ini berpendapat bahwa ide cerita Avatar kurang istimewa. Memang original, namun ide memasukkan unsur percintaan antar spesies agak ganjil di mata saya. Jangan berharap melihat akting brillian karena ini memang bukan film watak. Dari segi visual efek memang edan-edanan. Sangat memanjakan mata melihat keindahan alam planet Pandora dengan hutannya yang glow in the dark, air terjun raksasa, gunung yang mengambang di langit plus makhluk-makhluk yang luar biasa. Saya cukup terhibur dan tidak menyesal meluangkan duit dan waktu menonton film ini.

Satu lagi nih yang membuat saya sedikit berimajinasi. Selain tidak butuh oksigen, para Na'vi tidak butuh mandi, tidak butuh makanan enak, tidak butuh internet apalagi facebookan. Mereka tidak butuh uang dan pakaian mahal. Bahkan kemana-mana mereka cuma naik binatang. Sebagai Na'vi, kamu tidak akan mengeluhkan macet. Di darat ada kuda, di udara ada burung raksasa yang bisa ditunggangi. Jadi kalo mau punya kendaraan, tidak perlu nyicil motor, mobil apalagi pesawat pribadi. Cukup jinakkan saja binatang-binatang yang ada, maka kita sudah punya kendaraan pribadi tanpa perlu SIM dan STNK.

19 comments:

mrahmani said...

yang keren.... cara jalanin kudanya: tancepin rambut, trus perintahkan... ajegile,,rambutnya bisa dijadiin cem USB.. wahh!! pas liat,, dalem ati.. *sumpah ini gaol abis*

tapi selain efek 3Dnya yang emang ciamik.. sebenernya ada pesan juga yg disampaikan ini film. Manusia, dengan segala teknologinya pada dasarnya punya sifat yang ga pernah puas. At some point, manusia bisa jadi sangat egois bahkan sampe pengen menguasai planet laen (apa pun itu alasannya), mengeksploitasi sumber daya baru yg ditemukan, menganggap makhluk2 disana derajatnya lebih rendah, manusia merasa yang terkuat sehingga berpikir mereka punya hak melakukan apa pun yang diinginkan sehingga berpikir kalo na'vi itu makhluk yang bisa seenaknya dibunuh dan dianggap primitif. dan dr yg gua tangkep, lewat film ini pengen ngasi tau bahwa manusia nggak seharusnya melakukan itu. and also, that it's not a right thing to do... pada akhirnya, kita disuruh berpikir, seandainya yang dialami na'vi terjadi sama umat manusia, hal2 terpenting, peradaban mereka dihancurkan, apakah kita sebagai manusia bisa menerima? tentunya nggak kan.
Then, never ever do such destructive things to anything. ga perlu seekstrim ampe planet laen, tp at least terhadap bumi kita ini dulu ajah...
yah begitulah kira2...

anyway, ini film ttp aja keren buat saya.. ohohoho

Admin said...

@ mrahmani : iya gw setuju banget. trus satu lagi nih...yang pernah menjinakkan Toruk kan ktnya cuma 5 orang. Trus tiba2 si Jake cuma sekali coba aja udah bisa jinak Toruknya. Menurut gw itu tidak lebih dari masalah keberanian untuk menaklukkan sesuatu yang kata orang "sulit" dan "mustahil".

Pesan yang mau disampaikan adalah kalau ingin meraih hal-hal yang luar biasa, kita harus berani menaklukkan hal-hal yang memang luar biasa dan melawan ketakutan dalam diri sendiri.

Thanks sdh mampir...salam kenal ya...

Gi Jin said...

hehe thx dah mampir ke blog gw :))

yg versi ini reviewnya lebih meluas yah haha, di blog sya review alakadar berdasarkan pikiran saya hehehe..

tp top bgt, jadi makin ngerti. :P

Rizkaniaa said...

emang keren lah film ini . hihihi thanks for comin :D

Reynard said...

astaga..komplit amet reviewnya..mantap :)
itu autorespondernya pake apa sih? bingung saya mau pake autoresponder..

Admin said...

@ Gi Jin: review di blog kamu lucu banget, kesannya "lepas"...hahahaha...thanks dah mampir ya...

@ Rizkaniaa : setuju! keren banget ya terutama visual efeknya yang "beda"...
sama-sama, makasih juga dah mampir...

@ Reynard: saya juga merinding liat motivational speech-nya Jake waktu dia mau ngumpulin tentara Na'vi...heheh. salam kenal ya, main-main lagi ya kesini...

suzan said...

film ini keren banget dan aku kasih 5 bintang untuk Avatar... tetap mau nonton dan nonton lagi

Admin said...

@ Suzan : hehehehe...iya keren banget ya. lebih keren dari 2012...

ariyus said...

sip bro..suka film fiksi ilmiah juga....yang jelas tidak seperti film fiksi lain ..pokoke keren abis iya kan...

Admin said...

@ Ariyus: iya bro Ariyus...dari kecil saya sudah suka film fiksi ilmiah macam Star Wars dan Star Trek. Sampai sekarang cuma bisa berandai-andai kapan ya Indonesia bikin film kayak gini..hehehe...

salam kenal mas Ariyus...

alfi said...

ada lagi adegan yg kocak..waktu anak pak kades ngajarin jake bahasa daerah mereka..tp jaken-ya yg kelewatan dodol g bisa2..maka dgeplaklah dia..ternyata kaum na'vi jg bisa hadis kesabaran..hahahaha

Andika said...

@ alfi: hehehe...iya...padahal beda tipis doang kata yang diajarin sama yang disebutin...

ForWest Inc. said...

nbice articlenya...
btw thanks ya dah berkunjung, ini saya bertamu balik
hehe salam kenal?
btw blognya topiknya beragam yah? enggak khusus film aja?

Andika said...

@ ForWest Inc : hehehehe iya nih...beragam banget ya. soalnya males bikin banyak blog dengan topik yang berbeda2. saya kan senang cerita dan hobinya macam2. jadi di satu blog semua. Hahahahaha....

salam kenal juga...

ForWest Inc. said...

woke deh, sukses yah blognya, jadikan dotcom donk.
hehe

Andika said...

@ ForWest Inc: ada kok dot com nya --> http://www.andikapunya.com tapi malah jarang diupdate...hahahahaha...

Hafiq said...

boleh juga =) (udah mampir ni, hehe)

Rahad 2 Six said...

filmnya emang keren abis dah!!!
apalagi waktu perangnya tuh...wuih,dashyat abis deh...waktu si jake nya dibantuin binatang2 liar langung nyerang para "alien" manusia itu juga ciamik banget...
two thumbs!!

jual kebun sengon said...

Mampir nich...
menarik sekali blog anda, dan saya sangat suka..
Salam....
oh ya ada sedikit info nich tentang bibit jabon dan kayu jabon semoga bermanfaat...

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar anda. Dofollow lho....:-)

 
© 2009 Blog Paling Keren | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Framework | Design: Choen